Membaca tulisan kang Hasan (Nama lengkapnya,Hasanudin
Abdurachman. Doktor Fisika lulusan Universitas Jepang) menjadikan pikiran saya lebih
terbuka. Tulisanya menarik dan mudah dicerna karena disampaikan dengan bahasa
yang sederhana dan yang pasti karena beberapa tulisanya mengangkat isu yang
dekat dengan keseharian kita.
Blog ini berisi tentang segala hal yang akan membantu membuka mata, hati dan pikiran anda untuk menjadi pribadi yang memiliki semangat berinovasi dan berkreasi
Minggu, 16 Juli 2017
Rabu, 28 Juni 2017
“JEJAK SANG MARTIR ”
(**Cerpen ini saya buat untuk
partisipasi mengikuti Lomba Cerpen dalam Rangka Gebyar Hari Santri tahun lalu (2016),
tapi karena tidak masuk nominasi lebih baik saya bagikan disini. Selamat
Menikmati)
Suara lantunan kalam ilahi terdengar lirih di sudut ruang salah satu kamar pesantren. Dengan terbata mengeja alif, Ba,ta lelaki tua yang akrab dipanggil pak Darsin itu beberapa kali mengulang bacaanya agar terdengar fasih. Sulit baginya untuk bisa megucap dengan jelas deretan huruf huruf hijaiyah itu. Selain memang belum
mengerti bacaannya, pandangan matanya yang sudah kabur dan lidahnya yang kelu menjadikanya susah untuk bisa mengucap setiap kata. Namun baginya tidak ada kata terlambat, usia bukanlah penghalang untuk senantiasa belajar. Hasratnya yang kuat untuk bisa membaca al-Quran
dengan baik dan benar dibuktikanya dengan selalu mendaras ayat ayat suci itu siang dan malam.
Sabtu, 10 Juni 2017
AMBANG KESADARAN
Di sela gurauan hujan aku diam
Menyimak tingkah awan berkejaran
Berpacu dengan debu menyatu dalam abu
Mengusik bisik rintik
Kamis, 08 Juni 2017
Jeritan Hujan
Seperti hujan, datang membawa kesejukan dengan guyuran air yang mengalir mengusir debu dan kotoran. Tetesan airnya menyapa dedaunan di pucuk pucuk ranting pepohonan mengundang tunasnya untuk bersemi menampakan diri. Serentak air menapak bumi meredamkan amarah tanah yang tereksploitasi oleh ulah manusia-manusia serakah. Derita dahaga para penjajah tanah kini seolah terbayar sudah, terhibur hati dari rangkaian melodi segerombolan amfibi, katak, si pelompat hebat yang kini hampir punah akibat buruan manusia-manusia penjaja lidah.
Seperti hujan, yang membawa bencana dengan jeritanya mengubah air bah menjadi darah, melongsorkan tanah, menenggelamkan beribu rumah, membungkam tingkah manusia-manusia yang pongah, memporak porandakan segalanya seolah
Rabu, 07 Juni 2017
DUNIA PEMIMPI
Sembunyiku dalam tumpukan kata
Menungggu waktu Tuhan mengemas raga
Biarlah dunia bercerita
Selasa, 06 Juni 2017
KRITIK DAKU KAU KUTANGKAP
Belum lama ini kita dihebohkan dengan maraknya berita tentang persekusi yang dilakukan oleh sekelompok orang kepada pihak yang mengungkapkan pandanganya atau pemikiranya yang dinilai bertentangan dengan pemahaman sekelompok orang tersebut.
Seperti halnya Bung Denny (Denny Siregar) saya juga termasuk baru mengenal istilah tersebut setelah ramai diberitakan. Sebelumnya saya tahunya hanya perkusi nama suatu alat musik, tapi ternyata beda, ini persekusi suatu istilah yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai perburuan sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga untuk disakiti.
“MAYA” SPARATING PEOPLE
“Ðidalam keramaian aku masih merasa sepi, ……”
Sepenggal lirik lagu dari grup Band Dewa 19 ini mungkin bisa menjadi gambaran akan fenomena yang terjadi saat ini dimana era digital sedang tumbuh berkembang. Fenomena kesepian di tengah keramaian (lonely croud) sedang menjangkiti masyarakat kita.
Di era digital seperti sekarang ini, ada yang seharusnya menjadi kodrat manusia hilang, yakni bahwa manusia itu adalah mahkluk sosial. Tapi dengan lahirnya era digital telah mengubah perilaku masyarakat kita tidak hanya dari cara berkomunikasi tetapi juga dari ucapan, tindakan, kebiasaan, pola pikir bahkan karakter seseorang yang menjauhkan dari makna komunikasi itu sendiri.
Langganan:
Postingan (Atom)
