Rabu, 04 Mei 2011

INDONESIA DI TENGAH MEDAN IDENTITAS


INDONESIA DI TENGAH MEDAN IDENTITAS
Oleh : M.Najib Aulia Zaman
“Hanya bangsa yang sadar sejarah dirinya yang mampu menentukan tujuan dari bangsa tersebut” (Pramoedya Ananta Toer).
Pergerakan roda sejarah bangsa Indonesia belum sepenuhnya mampu menjawab akan cita-cita bangsa Indonesia menuju bangsa yang berkeadilan. Jika kita menengok sejarah, bagaimana awal berdirinya bangsa ini dengan ditandai adanya gerakan perlawanan terhadap kaum kolonialis dengan darah dan perjuangan, namun tetap saja konflik, diskriminasi, eksploitasi masih mewarnai perjalanan negeri ini. Demikian halnya dengan problem-problem sosial yang lain seperti kemiskinan, kebodohan, degradasi moral yang berujung pada kriminalitas adalah dinamika yang tak terbantahkan.
Namun demikian, bukan berarti bangsa ini kosong akan nilai-nilai peradaban karena sejarah telah mencatat bagaimana para Founding Fathers kita telah melakukan sebuah langkah untuk menyatukan bangsa Indonesia yang memiliki ragam kultural dan pluralitas yang

Sabtu, 30 April 2011

Negosiasi Hati




Dalam rangkaian rima dan sajak kehidupanku, aku coba bentangkan harapan masa depan dengan susuri jejak pengabdian pada Yang Esa, pada yang menitahkan alam, pada yang mengetahui segala kejadian hingga bisikan hati. Namun, hanya sedikit yang aku pahami dari sebagian rahasia-Nya hingga aku belum sanggup menata tumpukan asa yang telah terlanjur menggumpal menjadi kerak kebingungan ini. Aku adalah bagian dari cerita kelam masa transisi usia dini, menerjang aturan, tak bisa menyisakan waktu untuk beri kasih pada yang lain, ingin aku memprotes jalanya waktu yang telah merampas secuil harapan dari segudang cita-citaku yang kelak bisa menjadikan bangga dirirku dan orang lain atau sekedar membuat mereka tersenyum, tapi ternyata seleksi alam telah mengantarkanku pada arena kehidupan yang asing buatku hingga aku harus rela meraba-raba jalan yang aku tempuh ini, sampai kini aku pun masih merasa tersesat tak mampu mengerti apa yang hendak Tuhan berikan peran buatku. Mungkin aku hanyalah pelengkap kosa kata dari sekian macam nama dari makhluk-Nya, atau mungkin aku hanyalah pemikul dosa dari perbuatan nafsuku. Ah,,pastilah Tuhan tidak setega itu karena bagaimanapun kita diciptakan tidak dengan sia-sia. Bagaimanapun aku harus tetap mensyukurinya karena justru dengan keadaanku saat ini aku tersadar bahwa hidup itu adalah perjuangan… hidup adalah pertarungan…dan mati adalah kepastian…tapi aku tak takut mati ketika darah juang ini masih mengalir,,,aku hanya takut mati tanpa arti…..

Minggu, 24 April 2011

MENJADI GENERASI YANG BERKUALITAS


Generasi Muda adalah kata yang mempunyai banyak pengertian, namun dari pengertian-pengertian generasi muda mengarah pada satu maksud yaitu kumpulan orang-orang yang masih memunyai jiwa, semangat, dan ide yang masih segar dan dapat menjadikan Negara ini lebih baik, orang-orang yang mempunyai pemikiran yang visioner.

Bahkan revolusi suatu bangsa itu biasanya didobrak oleh generasi mudanya. Terlepas dari apakah pemuda itu perlu digolongkan berdasarkan umur atau tidak. Seperti yang pernah diungkapkan oleh Mentri Pemuda dan Olah raga Adiaksa Daud bahwa nanti akan ada pengaturan pemuda itu berdasarkan umur atau semangat.
Pelopor yang melakukan langkah-langkah konkret bagi perubahan bangsa kearah yang lebih baik dan kepekaan terhadap realita social yang ada di masyarakat, memang menjadi ciri utama yang melekat pada pemuda.
Di setiap bangsa, peran pemuda ternyata tidak sedikit. Pemuda menorehkan sejarah penting bagi negeri tersebut. Sebagai contoh gerakan-gerakan mahasiswa di Indonesia yang pernah terjadi sejak pra kemerdekaan, orde lama, orde baru, dan reformasi. Yang mampu menumbangkan rezim besar seperti Soekarno dan Soeharto, semua itu diawali dari ide-ide segar dan semangat juang dari kaum muda yaitu mahasiswa. Selain itu revolusi kuba yang dipelopori oleh Che Guevara juga dari seorang pemuda.
Melihat contoh di atas dapat dilihat betapa besarnya pengaruh generasi muda itu bagi perubahan suatu bengsa. Bahkan nasib bangsa ini diletakkan di bahu generasi mudanya. Seperti yang dikatakan seorang anak muda bernama Soe Hok Gie bahwa sudah saatnya generasi muda bergerak dan melakukan perlawanan terhadap kaum-kaum tua yang memimpin negeri ini yang tidak berpihak kepada rakyat.
Lalu pertanyaannya sekarang apa yang bisa dilakukan generasi muda terhadap masyarakat dalam bidang pendidikan?
Jangan sampai julukan pemuda hanya dianggap suatu fase rutinan saja dalam kehidupan manusia. Fase itu pasti datang, tapi bagaimana menjadikan fase tersebut bermakna dan berguna bagi perubahan bangsa ini kearah yang lebih baik.
Peran Pemuda dalam Pendidikan
Setelah mengetahui siapa generasi muda dan bagaimana pengaruhnya dalam perubahan suatu bangsa, serta mengetahui permasalahan yang ada dalam dunia pendidikan kita maka seharusnyalah pemuda ikut andil dalam perubahan bangsa ini dalam hal pendidikan. Haruslah pemuda menjadi garda terdepan yang memperjuangkan hak rakyat untuk memperoleh pendidikan, seperti diamatkan oleh UUD 1945 pasal 31.
Dalam salah satu artikel yang ditulis oleh H. Abd. Hamid Wahid M.Ag moralitas pemuda menyongsong millennium ketiga, ia menuliskan kalau kata kunci dalam menghadapi millenium kedepan mau tidak mau adalah peningkatan kualitas SDM dalam pengetahuan, wawasan, skill, mentalitas, dan moralitas yang standarnya adalah global.
Dan peran dari pemuda untuk mempelopori persiapan dalam hal peningkatan kualitas SDM ini sangat dibuthkan dan peningkatan kualitas SDM tentu saja tidak bisa lepas dari peningkatan kualitas pendidikan.
Pemuda yang notabenenya sebagai pelopor harus memberikan kontribusi yang konkret terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Pemuda harus menjadi garda terdepan dalam mendobrak setiap kebijakan pemerintah dalam hal pendidikan yang tidak berpihak pada rakyat kecil. Pemuda harus bisa menjadi pressure groups terhadap pemerintah. Advokasikan kepada pemerintah gagasan-gagasan yang sekiranya dapat menjadikan pendidikan di Negara ini lebih baik.
Banyak cara yang dapat dilakukan dalam menyampaikan gagasan-gagasan tersebut, antara lain melalui perwakilan kita yang ada di DPR, mengikuti seminar-seminar, diskusi-diskusi, dan masih banyak lagi.
Ada langkah konkret yang dapat dilakukan antara lain, membangun sekolah alternatif. Sekolah alternatif sebagai lembaga alternatif untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat, tetapi berbeda dengan sekolah formal yang ada. Dan berdasarkan pengakuan dari siswa-siswa yang masuk sekolah alternatif, mereka justru lebih senang dan merasa sekolah alternatif lebih memberikan banyak manfaat ketimbang sekolah formal. Dan biasanya sekolah-sekolah alternatif ini didirikan latar belakangnya dari mahalnya biaya pendidikan di Indonesia.
Penulis ingat beberapa teman yang terlibat aktif dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan Indonesia dengan membangun sekolah alternatif. Yang bergerak untuk membantu anak-anak dalam belajar setelah mereka sekolah serta mengembangkan potensi-potensi anak yang tidak sempat dikembangkan ketika anak disekolah karena padatnya materi teoritis yang harus dijejali kepada anak.
Tidak hanya itu, pemuda juga dapat berjuang melalui tulisan. Sebagai contoh, mahasiswa yang aktif dalam media kampus sering kali menulis dan mengangkat tema mengenai bagaimana pendidikan di Indonesia. Hal ini tidak lain dimaksudkan agar mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah sadar bagaimana sebenarnya kondisi pendidikan di Negeri ini. Dengan senjata media, pemuda juga dapat menyadarkan masyarakat bagaimana sebenarnya kondisi pendidikan Indonesia saat ini, karena terkait dengan fungsi dari media.
Ada juga pemuda yang arah gerakannya lebih kepada turun langsung ke jalanan. Aksi menuntut pemuerintah lebih memperhatikan nasib pendidikan di Negeri ini. Bagaimanapun metode aksinya yang penting dapat aspirasi masyarakat
Dapat disampaikan kepada pemerintah dengan harapan keadaan pendidikan dapat berubah kearah lebih baik.
Selain itu pemuda juga bisa bergerak melalui jalan advokasi kepada masyarakat secara langsung. Artinya pemuda turun langsung masuk ke sektor masayarakat secara langsung dan memberikan penyadaran kepada masyarakat akan pentingnya pendidikan.
Contoh-contoh di atas hanya beberapa dari arah atau sumbangsih pemuda terhadap upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan Indonesia. Apa pun arah dan cara yang dilakukan generasi muda ini, sedikit atau banyak, cepat atau lambat pasti akan dapat berguna bagi negeri ini terutama dalam hal pendidikannya.
Di tengah krisis yang melanda negeri ini tentunya SDM-SDM yang berkualitas sangat dibutuhkan. Dan peningkatan kualitas SDM ini hanya dapat ditempuh melalui pendidikan yang berkualitas pula. Ketika negara tidak mampu memenuhi hak rakyat untuk mendapatkan pendidikan yang layak, pemuda harus bergerak.

Jumat, 30 Oktober 2009

KABAR DARI MAYA

Seorang sahabat maya menulis sebuah harapan dalam “layar kaca” mencoba mengirim pesan perdamaian dan persahabatan. Sahabat maya yang lain menulis pesan pada media yang sama mencoba mengajak untuk peduli antar sesama, meski entah mungkin hanya ada di benaknya saja. Sahabat maya yang kurus dengan mata cekung karena keseringan melototin gambar “panas” maya memasukan sampah di pikiranya dan sahabat maya yang dekil asyik berceloteh dengan anti mati gayanya cari gebetan minta bantuan si maya nyarikan pasangan,,dasar….
Maya memang memiliki banyak sahabat, namun tak pernah dia mengenalnya sehingga maya hanya selalu dijadikan obyek bagi mereka yang ingin menyampaikan pesan singkat, mencari informasi bahkan tidak jarang (ma’af) dijadikan pemuas nafsu. Itulah maya banyak sisi yang terungkap hanya dalam sekejap, positif >< Negatif.
Hanya dalam hitungan detik, ratusan bahkan ribuan sahabat maya berekspresi dan kabar dari maya pun ditunggu oleh banyak sahabat-sahabatnya, bagaimana jika kabar itu tidak datang???
Dulu sebelum Maya bermigrasi karena dampak globalisasi, kita semua tidak pernah mengenal siapa Maya, namun sekarang baik orang kota ataupun desa, anak-anak, dewasa,orang tua hampir semua mengenal Maya. Oh..Maya kenapa tidak kau tunda dulu kedatanganmu setelah kami benar-benar siap menerimamu sehingga kau akan diperlakukan sebagaimana mestinya, menjadi symbol peradaban manusia yang masih berada dalam batas moral dan etika, namun sekarang seakan kita dipaksa untuk menyambutmu, bahkan memujamu. Apakah ini sebuah jawaban dari sekenario besar era globalisasi yang menjadikan hilangnya sekat-sekat negara sehingga ukuran moral tak lagi penting. Kebudayaan barat yang permisif, hedonis, individualis dan bebas menggiring arus berfikir, gaya hidup dan prinsip orang-orang timur yang religius, santun, dan toleran menyembah berhala-berhala kapitalisme.
Dunia maya bagaikan fantasi, tapi setiap orang tahu bahwa dunia maya adalah nyata ada dalam kehidupan kita dan sudah menjadi bagian dari kehidupan kita. Sekarang hanya tergantung bagaimana kita akan memperlakukanya……

Hari kemarin ketika aku mulai berani untuk memikirkan masa depan ternyata hari ini telah berubah lagi saat semangatku enggan untuk menghadapi realitas yang ada. Bayangkan saja, belum hilang kabar tentang kondisi bangsa kita yang carut marut sudah disusul dengan berita duka dan bencana. Memang bagi sebagian orang hidup itu adalah sebuah takdir sehingga bagi mereka yang tak mengerti arti hidup menghadapi realita semacam ini kadang malah menyalahkan Tuhan. Namun, bagi sebagian lain menganggap hidup itu adalah sebuah pilihan sehingga ketika menghadapi kehidupan dalam kondisi apapun mereka berusaha untuk tetap semangat dengan harapan pilihan hidupnya kelak bukanlah pilihan yang salah.

Berat memang memikirkan hidup singkat yang semakin tak karuan. Belum lagi ekonomi bangsa tertata e..malah keburu para teroris mengacak-acak ladangnya para investor asing, tertahanlah rejeki bangsa ini. Berpikir untuk mencari rejeki halal yang tak harus bermodal gengsi lagi-lagi birokrasi menghambat usaha kita. Sebenarnya sempat juga kepikiran untuk ikut kuis atau sekedar kirim undian berhadiah yang siapa tahu bisa dapet rejeki nomplok, tapi itu sama saja mengingkari kebodohan kita yang masih sering bertanya “apa iya hidup itu ibarat lotre?”.

Iya sih,,, mengambil jalan pintas dalam hidup juga sebuah pilihan tapi apa mungkin kita bergantung pada pilihan yang nggak jelas yang menafikan kesungguhan kita untuk berikhtiar menentukan arah hidup yang benar? Kenapa dulu tidak berlomba saja dengan densus 88 untuk memburu gembong teroris Nordin M Top karena jika menang selain dapat uang satu miliyar tentunya kita juga akan bangga bisa menangkap penjahat kelas kakap itu. Sekarang dia telah dijemput sang malaikat pencabut nyawa yang berarti telah hilanglah satu kesempatan kita untuk mengejar keberuntungan itu atau malah sebaliknya kita dikejar kesialan tertembus peluru Nurdin Makan tuh Top hingga mengalihkan tujuan perjalanan malaikat pencabut nyawa menghampiri kita.hee..

Kesadaran kita untuk menentukan hidup kadang masih terbawa sikap psimis yang menjadikan kita lupa bertanya untuk apa sebenarnya kita hidup, pertanyaan mendasar yang harus dijawab. Memang, dulu kita tidak dilibatkan dalam penciptaan diri kita, tapi bukan berarti kita harus menyalahkan Tuhan kenapa kita ditakdirkan sebagai makhluk yang tak beruntung, miskin, bodoh, jelek, sakit-sakitan dan masih banyak keluh kesah yang lain. Manusia memang tidak pernah merasa puas meski banyak pilihan yang bisa dia ambil karena itulah bagian dari sifat alami manusia. Kenapa kita tidak mengajukan tawaran saja kepada Tuhan agar diberi ruang untuk mengabdi pada rakyat dengan tidak lupa meminta rejeki yang banyak, Tuhan kan Maha Adil dan Maha Kaya. Sebuah solusi yang logis tapi kurang kritis, bukankah Tuhan itu akan selalu memberikan balasan bagi siapa saja yang berbuat kebaikan?bahkan hanya seberat zarrah pun tanpa harus kita merengek-rengek mengharapkan suatu imbalan akan usaha baik kita itu, mengabdilah pada masyarakat pasti kita tidak akan merasa kekurangan dalam hidup kita asal kita melakukanya dengan hati yang ikhlas dan ingat juga bahwa suatu balasan yang diberikan Tuhan atas apa yang telah kita lakukan itu tidak pasti berupa materi. Kita akan lebih bisa merasakan kenikmatan yang luar biasa ketika dari apa yang telah kita perbuat itu dan ternyata bermanfaat bagi orang lain adalah adanya perasaan dihargai, dari sini berarti kita pun telah memiliki banyak saudara yang lebih mengerti akan usaha nyata kita.

Aku+Kamu= Kita semua bisa…….we shall overcome,the movement must go on…..!!!!

Jumat, 02 Oktober 2009

LET'S TO BE CREATIVE


Bulan tinggal sepotong dan cahayanya mulai redup ketika Shakespeare masih saja mencorat-coret kertasnya beberapa lembar sebelumnya sudah kumal berceceran di lantai yang dingin. gagal tidak meMbuahkan hasil.
sebelumnya orang tidak peduli ketika Hamlet dipentaskan.Banyak kegagalan yang dilalui seniman besar sebelum karya besarnya muncul. Begitu pula dengan Raden Shaleh Syarif Bustaman. Lukisan monumentalnya Antara Hidup dan Matinya sebelumnya dilalui dengan kegagalan. Beberapa lembar kanvasnya belum kompromi memunculkan lukisan Harimau melawan banteng dengan emosi kuat
Sebagian dari mereka berfikir untuk apa aku harus melakukan semua itu?tetapi jawaban itu pun tak pernah ada dan mereka hanya menemukan suatu perasaan batin yakni kepuasan dalam dirinya. Adanya kebanggaan akan keberhasilan yang telah dicapai dengan melewati kegagalan yang berarti dia telah menunujukan kesuksesanya.
gagasan konseptual yang diaktualisasikan melalui media kertas, kanvas, atau pun lainya sebagai suatu yang membuahkan hasil karya seni merupakan bagian dari eksistensi seorang yang berjiwa kreatif.
kreatifitas tidak akan pernah hadir dari seorang yang merasa takut gagal. kreatifitas juga tidak akan datang dengan sedirinya tanpa usaha untuk berani mencoba. Dua hal inlah yang menjadi kunci uama, meskipun setiap orang memliki potensi untuk bisa menjadi kreatif tergantung bagaimana dia membangun kreatifitasnya itu. Tetapi ketika dua hal itu dilupakan, maka potensi yang ada akan rontok dengan sendirinya.