Oleh: Najib Aulia Zaman
“Setiap zaman akan melahirkan anaknya masing-masing”
Demikianlah kiranya ungkapan kalimat yang bisa menggambarkan kehidupan yang dinamis ini, setiap saat akan selalu berubah dengan berbagai macam dinamika yang mengiringinya. Bukan hal yang tidak mungkin ketika kita mengulang kejayaan suatu masa atau mungkin membuat sejarah baru yang bisa membawa sebuah tatanan kehidupan yang lebih baik.
Setiap generasi akan berbicara pada masanya,dan hanya generasi yang berkualitaslah yang mampu menciptakan sejarah yang baik itu.Saatnya kita beranjak dari tidur lelap ketertinggalan, kemalasan, dan kebodohan. Masihkah kita hanya berpikir untuk
saat ini saja, tanpa pernah memilki harapan dan cita-cita meraih sukses kelak di suatu hari. Cukupkah kita merasa puas dengan keadaan yang ada saat ini sehingga tak perlu lagi kita punya mimpi yang suatu saat nanti anak cucu kita akan berkata dengan bangga “Dialah penyemangat hidupku, dialah inspiratorku”. Namun, apakah impian itu akan menjadi sebuah kenyataan, jika kita hanya diam berpangku tangan?
saat ini saja, tanpa pernah memilki harapan dan cita-cita meraih sukses kelak di suatu hari. Cukupkah kita merasa puas dengan keadaan yang ada saat ini sehingga tak perlu lagi kita punya mimpi yang suatu saat nanti anak cucu kita akan berkata dengan bangga “Dialah penyemangat hidupku, dialah inspiratorku”. Namun, apakah impian itu akan menjadi sebuah kenyataan, jika kita hanya diam berpangku tangan?
Tak pernahkah kita berpikir dan bertekad untuk menjadi pelaku sejarah dari setiap perubahan, mendobrak sistem yang busuk menuju tatanan yang lebih baik menuju kejayaan bangsa?
Kejayaan ternyata mengalami sebuah siklus pada suatu masa yang ditentukan, jika kita telaah bangsa kita telah melewati tiga fase kejayaan, yakni tepatnya pada abad ke tujuh yang pertama, negeri ini pernah digdaya dan kita mengenalnya sebagai Sri Wijaya, kemudian pada abad tujuh yang kedua (abad 14) negeri kita juga pernah jaya, kita mengenalnya sebagai Majapahit, pada abad tujuh ke tiga (abad 21) atau sekarang ini kita jaya dengan meraih sebuah kemerdekaan setelah sekian ratus tahun terkungkung oleh penindasan dan penjajahan dan kita mengenalnya sebagai Indonesia. Pertanyaanya sekarang bisakah kita yang saat ini masih berada di abad tujuh ke tiga ini membangun kejayaan kembali, merdeka yang sejati, merasakan kejayaan yang sempurna,aman, sejahtera,makmur dan mengalami kemajuan di segala bidang?
Hanya kitalah yang mampu menjawab semua itu, seandainya kita masih meyakini siklus tujuh abad itu sudah sepantasnya kita berusaha meraih apa yang telah kita harapkan. Jangan sampai kita hanya terjebak pada romantisme masa silam tanpa pernah melakukan sesuatu yang membanggakan untuk kejayaan bangsa kita. ”Innallaha laa yughoiyyiru maa bi qaumin hatta yu ghoiyyiru maa bi anfusihim”. Alloh tidak akan merubah keadaan suatu kaum hingga dia mau merubah keadaan yang ada pada dirinya sendiri. Maka, menjadi tugas kita bersama para penerus perjuangan cita-cita bangsa menunjukan dedikasi kita sebagai motor gerakan untuk kemajuan bangsa, menjadi generasi cerdas dan berprestasi. Kita harus mampu menunjukan pada dunia inilah kita pengukir sejarah Anti kebodohan dengan bersama saling berbagi wawasan dan keahlian. Mari kita tanggalkan egoisme kita untuk menjadi manusia yang utuh dalam ikatan persahabatan di http://www.facebook.com/groups/182277931859487/
IMPIAN BELAKA TANPA TINDAKAN ADALAH MIMPI DI SIANG BOLONG, TINDAKAN BELAKA TANPA IMPIAN ADALAH MIMPI BURUK!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar